Baca & simak:
Bayangkan kamu dan temanmu ingin pergi ke sebuah warung yang berada di balik sebuah bukit. Untuk sampai ke warung, kalian harus melewati puncak bukit terlebih dahulu, baru kemudian turun ke warung.
Kamu: Mencoba naik bukit melalui jalur biasa. Tanahnya terjal dan licin. Kamu butuh tenaga ekstra besar dan ngos-ngosan hanya untuk mencapai puncak bukit. Proses mendaki ini sangat melelahkan.
Temanmu: Menemukan sebuah tangga yang sudah dipasang di lereng bukit. Dengan adanya tangga, temanmu bisa naik ke puncak bukit dengan mudah dan cepat, tanpa perlu merasakan kelelahan seperti yang kamu alami.
Penjelasan Singkat:
Puncak bukit = Energi Aktivasi (rintangan yang harus dilewati agar reaksi bisa terjadi).
Tenaga besar saat mendaki = Energi aktivasi yang tinggi (reaksi lambat).
Tangga = Katalis (mempercepat dengan membuat jalan lebih mudah).
Sampai ke warung = Reaksi kimia berhasil (menghasilkan produk).
Jawablah Pertanyaan berikut, ketik di masukkan komentar (bagian bawah):
Dalam skenario ini, apa yang dimaksud dengan "puncak bukit" jika dihubungkan dengan konsep energi aktivasi?
Apa perbedaan usaha yang dilakukan kamu dan temanmu? Apa yang menyebabkan temanmu bisa lebih cepat sampai ke warung?
Jika tangga diibaratkan sebagai katalis, menurutmu apakah tangga tersebut ikut berubah atau habis setelah dipakai naik ke bukit? Jelaskan.
Apa yang akan terjadi jika tidak ada puncak bukit (rintangan) dalam perjalanan menuju warung? Bagaimana hubungannya dengan reaksi kimia di dunia nyata?
- Jangan lupa ketik nama.
- Setelah ketik jawaban jangan lupa klik 'Publikasikan'